Saya Cantik, Maka Saya Bernyanyi 8
Sabtu, 1 Agu '09 08:54
Yang terlihat di samping adalah album milik TIKA and the Dissident. Bukan ingin membahas isi albumnya (karena saya yakin orang lain lebih bisa membahasnya dengan bagus), saya lebih tertarik dengan gambar yang ada di kemasannya. Gambar itu menjadi terjemahan langsung dari judul album, The Headless Songstress, atau justru sebaliknya?
Seorang bidadari -lengkap dengan gaun melambai dan sayap di punggungnya- terbang dengan satu tangan memegang pengeras suara, melayang tanpa kepala di puncak tubuhnya. Harus takjub, senang atau gelisah saat melihatnya?
Seperti sayur tanpa garam atau gado-gado tanpa sendok, bidadari tanpa kepala adalah sesuatu yang -seringkali- dianggap "tidak sempurna". Muka cantik selalu bisa dijual, termasuk di area yang tidak mengharuskan siapa pun untuk tapil cantik. Sesuatu yang awalnya jadi nilai lebih, kini menjadi komoditas utama. Biasa banget ya? Kita yang berdiri di kelas 'mimisan' festival-festival musik memang butuh muka-muka cantik di panggung, tapi mbok ya jangan dilupain kalo judul acaranya masih festival MUSIK.
Di sini ada penjelasan mengenai desain icon buatan Ucok "Homicide" ini yang menyebutkan: "Wajah dijadikan penilaian utama dan satu-satunya atas identitas seseorang (khususnya penyanyi), karena permasalahan vokal pada penyanyi mampu ditanggulangi dengan semakin canggihnya teknologi dalam industri musik"
Well, i agree with the first sentence, karena sungguh, sepertinya masih belum ada teknologi yang bisa membuat Rasti atau Cinta Laura mampu menyentuh nada sulit. Baik secara rekaman maupun live. Bila memang ada nada sulit di lagunya.
Titi Kamal, Sandra Dewi, secara visual kalian memang memenuhi standar estetika yang disukai Indonesia, tapi haruskah kalian ikut memeriahkan dunia tarik ulur suara for the sake of "lucu-lucuan"? Oh kalian serius ingin bernyanyi? Good luck then, to all of us.
Udah liat video klipnya Luna Maya yang judulnya "Suara"? Cantik ya dia di situ.. Gak di video klip itu pun dia cantik kok. Gak nyanyi pun tetep cantik. Bener deh. Tapi ada 2 alasan yang membuat saya menekan tombol mute tiap kali video itu muncul:
1. Suaranya gak enak.
2. Dia bikin pemilik lagu aslinya jadi terlihat bagus
Pretty Girls, we really need you, to do something else. Soon, preferably.
Tag: titi kamal, tika, luna maya, sandra dewi
Terkait:
-
Aksi Selebritis Sepanjang 2009 (I)
Kamis, 31 Des '09 17:14 -
Membara di Resepsi Ibas-Aliya
Selasa, 29 Nov '11 12:59 -
KENAPA ARIEL TIDAK KUNJUNG DIBEBASKAN?
Selasa, 5 Okt '10 22:55
Siapa saja yang merating artikel ini:
-
perempuan api: yoi banget
-
Ms Understanding: keren
-
to Ra nt: yoi banget
-
venus: yoi banget
-
wiwikwae: nggak ada matinya
-
maharrani: keren
-
Herman Saksono: yoi banget
-
yusro: keren
-
Silly: yoi banget


Komentar:
entahlah... :d
At least seperti deadeye doll, yang hanya menekan tombol "mute" tapi tidak mematikan televisi.
I wonder what would you say tentang Ruben Onsu atau Olga.
He..ehm i'm sorry...
Mereka nggak secantik LM atau Tikam kan? Hahaha!
@Embuh Raweruh: tentu ke konsumen, karena kalo berpulang biasanya ke rahmatullah
Nonton penyanyi cantik yang -maaf- amit2 bgt suaranya itu seperti makan ketimun pake kerupuk. Bisa menghilangkan esensi keduanya, and we will never be the same person again hehe
Saya memang hobi karaoke, dan wajah saya juga... uhm... menarik.... *blushing*
@deadeye doll : Mili Vanili bahkan bisa eksis di dunia tarik suara hanya dengan lipsing dan mempunyai penggemar yang luar biasa banyak. So, harusnya "makan ketimun pake kerupuk" kan ga menjadi masalah kan?
Silahkan login untuk memberikan pendapat